Home / Tag Archives: Cairan Pendingin

Tag Archives: Cairan Pendingin

Perawatan dan Pembuangan Cairan Pendingin

Perawatan cairan pendingin meliputi pemeriksaan berikut. Konsentrasi dari emulsi soluble oil (menggunakan refractometer). pH (dengan pH meter). Kuantitas dari minyak yang tercampur (kebocoran minyak hidrolik ke dalam sistem cairan pendingin). Kuantitas dari partikel (kotoran) pada cairan pendingin. Hal yang dilakukan pertama kali untuk merawat cairan pendingin adalah menambah konsentrat atau air, membersihkan …

Read More »

Pengaruh Cairan Pendingin pada Proses Pemesinan

Cairan pendingin pada proses pemesinan memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi utama dan fungsi kedua. Fungsi utama adalah fungsi yang dikehendaki oleh perencana proses pemesinan dan operator mesin perkakas. Fungsi kedua adalah fungsi tak langsung yang menguntungkan dengan adanya penerapan cairan pendingin tersebut. Fungsi cairan pendingin tersebut sebagai berikut. Fungsi utama dari cairan pendingin pada …

Read More »

Cara Pemberian Cairan Pendingin

Banyak cara yang dipraktikkan untuk mengefektifkan pemakaian cairan pendingin sebagai berikut.  Secara manual. Apabila mesin perkakas tidak dilengkapi dengan sistem cairan pendingin, misalnya mesin gurdi atau frais jenis ”bangku” (bench drilling/milling machine) maka cairan pendingin hanya dipakai secara terbatas. Pada umumnya operator memakai kuas untuk memerciki pahat gurdi, tap, atau …

Read More »

Pengertian Cairan Pendingin Dalam Proses Pemesinan

cairan pendingin mempunyai kegunaan yang khusus dalam proses pemesinan.Selain untuk memperpanjang umur pahat,cairan pendingin dalam beberapa kasus,mampu menurunkan gaya dan memperhalus permukaan produk hasil pemesinan.Selain itu,cairan pendingin juga berfungsi sebagai pembersih/pembawa beram (terutama dalam proses gerinda) dan melumasi elemen pembimbing (ways) mesin perkakas serta melindungi benda kerja dan komponen mesin …

Read More »

Jenis Cairan Pendingin

Cairan pendingin yang biasa dipakai dalam proses pemesinan dapat dikategorikan dalam empat jenis utama sebagai berikut: Straight oils (minyak murni). straight oils(minyak murni) adalah minyak yang tidak dapat diemulsikan dan digunakan pada proses pemesinan dalam bentuk sudah diencerkan.Minyak ini terdiri dari bahan minyak mineral dasar atau minyak bumi,kadang mengandung pelumas yang lain …

Read More »