Home / Element Mesin / Pengertian Cooling Fan dan Viscous Drive Pada Radiator

Pengertian Cooling Fan dan Viscous Drive Pada Radiator

Cooling Fan

Kipas (fan) yang terpasang pada machine ada dua tipe yaitu conventional suction fan atau blower type fan (Gambar diatas). Pada tipe Suction fan (1) udara luar akan dihisap dan aliran udara akan melewati fin dan core yang ada pada radiator, terhembus ke engine dan exhaust melalui sisi ruangan pada bagian belakang atau bagian bawah machine.

Blower type fan (2) beroperasi dengan cara yang berbeda yaitu dengan cara udara yang di hisap dari bagian belakang kipas dihembuskan melewati engine kemudian melalui radiator untuk mendinginkan coolant di dalam radiator. Blower type fan digunakan pada machine yang beroperasi pada daerah operasi yang sangat berdebu, contoh: track type tractor yang bekerja pada tempat pembuangan akhir. Blower type fan juga berfungsi untuk membantu mengurangi kemungkinan tersumbatnya radiator dan kerusakan core akibat pengikisan.

Vehicle pada aplikasi jalan raya umumnya menggunakan conventional suction type fan karena kecepatan gerak vehicle dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aliran udara yang melewati radiator.

Tidak direkomendasikan menggunakan Blower type fan yang hanya dirubah posisi pemasangannya sehingga diharapkan dapat menjadi suction fan karena pitch dari blade akan berbeda dan tidak sama dengan tipe suction fan yang sebenarnya. Jika hal ini dilakukan dapat mengakibatkan menurunnya kapasitas aliran udara.

Umumnya fan yang dipakai pada alat berat bahannya terbuat dari baja (steel) tetapi ada beberapa jenis fan yang menggunakan bahan plastik. Dengan bahan plastik keuntungannya adalah karena bahannya ringan sehingga blade menjadi fleksibel pada putaran kecepatan tinggi. Dan hal ini juga akan mengurangi tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan fan. Penggunaan fan dengan bahan plastik juga meningkatkan umur dari drive belt dan bearing serta suara atau tingkat kebisingan yang ditimbulkan tidak terlalu tinggi.

Dari segi jenis putaran fan umumnya adalah jenis fixed drive yaitu beroperasi secara terus menerus (continuously). Tetapi ada juga pada beberapa aplikasi ada yang menggunakan variable speed fan drive dimana fan akan berputar sesuai dengan kapasitas pendinginan sehingga tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakan fan dapat tidak selalu sama pada setiap kondisi. Fan ini dikontrol dengan referensi informasi input dari temperatur coolant dan efisiensi tenaga untuk menggerakkan fan lebih baik jika dibandingkan dengan jenis fix fan drive.

Viscous Drive

Salah satu contoh berikut adalah variable fan drive yang menggunakan viscous yaitu temperatur sensitive coupling yang didalammya terdapat silicon oil . Saat temperatur coolant pada radiator meningkat maka temperatur udara yang melalui radiator dan fan hub juga akan meningkat. Hal ini mengakibatkan temperatur sensitive valve (Bimetallic strip) akan membuka (distort) sehingga silicon oil dapat mengalir ke drive hub.

Viscous drive

Hal ini menghasilkan friction pada hub sehingga menyebabkan fan drive disc berputar. Kecepatan putaran fan tergantung dari jumlah oli yang mengalir ke dalam hub.

Semakin tinggi kecepatan fan maka panas coolant semakin menurun sehingga panas yang di serap oleh aliran udara juga turun, hal ini akan menyebabkan temperatur sensitive valve menutup ke arah depan sehingga kecepatan fan berkurang.

Pada saat engine sedang warming up (pemanasan) atau kondisi udara sekitar dingin maka kecepatan fan akan dikurangi sehingga dapat menghemat tenaga yang dikeluarkan engine untuk memutar fan.

About admin

Check Also

Beberapa syarat desain untuk radiator alat berat

Radiator terdiri dari dua buah tanki yang di dalamnya dilengkapi dengan core. Core terdiri dari …