Home / K3 / Menerapkan Budaya K3 Dalam Melaksanakan Pekerjaan

Menerapkan Budaya K3 Dalam Melaksanakan Pekerjaan

Sitem produksi atau teknologi apapun yang dipakai, pekerjaan konstruksi pada dasarnya tetap memerlukan lebih banyak tenaga kerja. Pekerja yang lebih banyak menggunakan tenaga fisik itu jumlahnya mayoritas, dan sifat-sifat pekerjaannya sangat rentan akan ancaman bahaya kecelakaan atau penyakit akibat kerja. sehingga penerapan peraturan K3L dan penggunaan APD, menjadi hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Alat dan bahan konstruksi adalah dua sumber utama penyebab bahaya dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lapangan maupun industri. Setiap peralatan dan bahan yang digunakan mengandung bahaya yang berbeda. Peralatan yang lebih modern, misalnya alat berat, memang berpotensi mengandung bahaya yang lebih vatal. Karena itu operator dan juga mekaniknya harus melalui pelatihan sebelum dipercaya untuk menggunakannya. Tidak saja untuk pengoperasiannya tetapi juga untuk mencegah bahaya dalam pengoperasian peralatan itu. Seringkali program pelatihannya disediakan oleh produsen alat itu, sehingga penggunaan /pengoperasiannya aman.

Demikian juga halnya dengan bahan, bisa terdiri dari bahan yang keberadaannya melalui proses kimia dan mengandung racun, biasanya disertai petunjuk penggunaan yang aman. Karena itu penggunaannya tidak boleh sembarangan dan harus ditangani oleh orang yang mengerti cara penggunaan dan penyimpanannya

Melaksanakan Pekerjaan secara aman sesuai peraturan K3.

Setiap Pekerja harus menyadari bahwa dalam bekerja kecelakaan bisa saja terjadi, untuk itu mereka harus memahami dan mematuhi peraturan K3 dalam bekerja, seperti; melihat keadaan tempat kerja, alat-alat pelindung diri, apresiatif terhadap tandatanda/slogan-slogan tentang tanda bahaya dsb.dan setiap pekerjam harus mengetahui/ mempelajari undang- Undang No. 1 th. 1970

Tanggung jawab keselamatan di industri, jasa konstruksi diketahui dan diaplikasikan, kebijakankebijakan/aturan-aturan yang menyangkut keselamatan kerja/K3, disosialisasikan, bila terjadi kecelakaan agar segera ditangani, format-format laporan agar disediakan.

Pencegahan terhadap bahaya dari kecelakaan kerja diidentifikasi pada latihan kerja dan dilaporkan sesuai kebijakan perusahaan. Kondisi ditempatkerja agar diperiksa lebih seksama, alat-alat pelindung diri dicek kelayakannya, alat-alat alarm diperiksa keadaannya, bila ada kerusakan agar dicatat dan dilaporkan segera.

About admin

Check Also

Keselamatan Kerja Sebelum, Sewaktu dan Selesai Bekerja

Sebelum bekerja Keselamatan kerja yang harus diperhatikan sebelum melaksakan¬†pekerja meliputi : Persiapan dan pemakaian pelengkapan …