Home / Tak Berkategori / 6 Pekerjaan Dasar Dalam Perawatan Mesin

6 Pekerjaan Dasar Dalam Perawatan Mesin

Perawatan pencegahan atau Preventive maintenance atau yang ayng sering kita sebut dengan PM adalah suatu pekerjaan yang diulaksanakan untuk menjaga kondisi dan unjuk kerja unit alat berat tersebut selalu dalam keadaan prima sesuai dengan spesifikasinya, dengan terjaganya kiondisi maka menhasilkan/produksi yang sangat tinggi dan menghasilkan :

  • Alat bekerja dengan efektif dan efisien
  • Kerusakan mendadak tidak terjadi
  • Kesiapan alat beroperasi sangat tinggi
  • Biaya operasi rendah
  • Usia alat tersebut menjadi optimim
  • Keamanan alat terjamin
  • Harga jual menjadi lebih tinggi sete;lah pakai

Dengan demikian dapat disimpulkan dengan perawatan yang baik maka target produksi yang diinginkan akan tercapai dan keuntungan sudah dipastikan akan tercapai dengan biaya operasi yang rendah.

Ada 6 pekerjaan dasar dalam perawatan yang harus dilakukan yaitu:

1. Perawatan berkala

Perawatan berkala adalah perawata minimum yang diberikan terhadap alat berat tepat waktu atau dilaksanakan sesuai dengan jadwal perawatan alat yang telah direncanakan Tujuan dari dilaksanakannya PM adalah untuk mencegah timbulnya kerusakan pada sistim atau komponen pendukung sistim dengan cara melakukan perbaikan
atau penggantian komponen tepat waktu, tentu hal ini dapat dimengerti apabila komponen dalam sisti memiliki batas usia pakai yang terbatas, oleh karena itu PM perlu dilakukan agar komponen yang bekerja dalam sistim selalu dalam kondisi prima.

Untuk melaksanakan PM dengan benar baik prosedur maupun suplay untukm melakukannya maka diuperlukan suatu rujukan baku, di alat beratn rujukan yang dapat digunakan adalah buku pedoman perawatan dari unit alat berat itu sendiri. Dalam pelaksanaannya secara umum PM melakukan pemeriksaan, penggantian, penyetelan, perbaikan, dan pengambilan data, semua aktifitas tersebut dilakukan sesuai dengan jawal yang telah ditentukan sebelumnya, acuan untuk PM alat berat biasanya yang dipergunakan adalah waktu atau jam kerja unit alat berat itu sendiri, adapun interval pelaksanaan PM adalah 10 Jam atau harian, 250 jam, 500 Jam, 1000 Jam, 2000 Jam, 3000 Jam Dst.

2. Pengontrolan Kontaminasi

Pengotrolan kontaminasi adalah salah satu program usaha pencegahan timbulnya atau masuknya kotoran yang tidak diinginkan kedalam sistim di alat berat, terutama dalam sistim pelumasan, baik itu negine, transmissi, hidrolik dan bahan bakar.

Program pengontrolan kontaminasi adalah untuk mencegah timbulnya kerusakan komponen pada sistim atau komponen pendukung yang mengakibatkan

penurunan kinerja dari alat berat, kerusakan dan penurunan kinerja alat dikarenakan dari beberapa kompponen memiliki dimensi ukuran yang tingkat toleransi ukuran yang sangat kecil dan presisi, sehingga jika terjadi kontaminasi kedalam sistim, besar kemungkinan kontaminasi tersebut akan menimbulkan kerusakan atau keausan yang berlebih, bahkan menimbulkan kemacetan komponen.

3. Udara

Bagaimana kontaminasi bisa berada dalam sistem, hal ini bisa terjadi dari dalam atau dari luar sistim, yang dari luar masuk melalu pada saat penggatian filter, penggantian oli, yang sebelumnya sudah tercemar ditempat penyimpanan, sedangkan dari dalam adalah timbulnya partikel logam yang akibat dari keausan komponen dalam sistim.

Secara teknis kontaminasi dapat mngganggu kinerja sistim, efek buruk dari kontaminasi sering tidak langsung dirasakan akan tetapi secara perlahan-lahan dan dapat dirasakan kerusakan setelah lama, kontaminasi adalah perusak diam diam yang nyaris tidak terlihat langsung.

3. Pengambilan Oli Sampel Secara Berkala

Pengambialan oli secara berkala bertujuan untuk menganlisa kandungan dan kualitas oli di laboratorium, dimana oli tersebut diperiksa kandungan- kandungannya sesuai dengan perutukannya dari kemungkinan telah terjadi kontaminasi yang berakibat kemampuan oli tersebut berubah, dari hasil uji laboratorium selanjutnya dapat dilakukan tindakan pencegahan.

4. Memonitor kondisi alat

Memonitor kondisi alat adalah aktifitas pemeriksaan, pemantauan, atau pengujian pada sistim secara berkala, tujuannya untuk mengetahuai kondisi dan unjuk kerja sistim, untumendapatkan hasil sbb;

  • Menekan pembiayaan operasonal
  • Mendeteksi adanya kerusakan lebih awal
  • Melakukan langkah-langkah perbaikan
  • Mengetahui sisa usia pakai alat yang optimum
  • Mencegah kerusakan parah

5. Penjadwalan perawatan

Penjadwalan perawatan adalah proses pengaturan penentuan waktu pelaksanaan perawatan, hal ini mutlak diperlukan untuk melakukan pengaturan waktu yang paling optimum sehingga proses perawatan dapat dilaksanakan sebaik mungkin dengan penggunaan sumber daya yang seefisien mungkin.

Penjadwalan dilakukan sebelum kegiatan perawatan dimulai karena hal ini berkaitan dengan strategi perawatan yang akan dilakukan untuk unit tersebut.

Penjadwalan dilakukan sebelum kegiatan dari strategi yang telah ditentukan maka semua aktifitas yang akan dilaksanakan dalam proses perawatan ditentukan waktun pelaksanaannya, penjadwalan merupakan suatu pedoman yang memiliki visi jauh kedepan, berkaitan dengan tujuan dilakukan perawatan adalah keuntungan bisnis dengan alat berat yang digunakannya sebagal alat produksi. Hasil dari strategi perawatan adalah suatu skema waktu perawatan yang akan dilakukan.

6. Pencatatan

Pencatatan ini adalah proses dekumentasi semua aktifitas dan biaya yang terjadi selama pengoperasian dan perawatan alat berat, tujuan dilaksanakan pencatatan ini agar didapat data untuk dianalisa sehingga proses perawatan dapat diukur dapat meningkatkan unjuk kerja unit

About admin